jump to navigation

Siapa Yang Hidup? Januari 3, 2008

Posted by makkawaru in Ungkapan-ungkapan Jiwa.
add a comment

Kedatangan, keberadaan, pergerakan, dan kepergian manusia bersumber dari suatu hakikat yang sejati, benar, dan tidak palsu. Suatu hakikat yang terpatri dalam dzat dan fitrah anak-anak cucu Adam, kendatipun terkadang tak tersadari, namun senantiasa ia ada dan hadir bersamanya. Ia adalah salah satu dari faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup, dan bahkan tegaknya kehidupan seluruh manusia  -dengan apapun bentuk keyakinan terhadap hakikat-hakikat ini- adalah berpijak padanya, hatta orang-orang yang berpikiran absurd dan ‘abasterhadap kehidupan mereka dan tidaklah mereka yakini ini semua melainkan hanyalah kebetulan dan kesia-siaan. Namun, kita harus jujur bahwasanya dengan berkah hakikat-hakikat inilah kita dari generasi kegenerasi mengalami kehidupan; sebab pada hakikatnya tak seorang pun dari kita dapat  menentang dan mengkhilafi hakikat dzat dan fitri kita sendiri, khususnya jika bentuk penentangan dan khilaf ini menghasilkan kritik dan sanggahan yang ril dan obyektif.Seseorang yang mengatakan bahwa manusia setelah kematiannya akan mengalami kehancuran dan tamatlah segala-galanya baginya, perhitungan akhirat itu adalah sesuatu yang omomg kosong (pada dasarnya ia telah mati sebelum kematian fisik dan materinya), jika benar ia meyakini perkataannya ini, yakni keyakinannya ini bersumber dari batin dan fitrahnya maka keyakinan ini akan memunculkan kekuatan dan kemampuan  padanya, bukan kelemahan.Mengapa kebanyakan dari mereka takut akan kematian, padahal mereka telah mengalami betapa kehidupan dunia ini penuh dengan kemalangan, penderitaan, dan kesengsaraan (baik fisik maupun batin), dan hidup di dunia ini hanya sedikir membeikan kesenangn dan kegembiraan. Coba Anda bayangkan, untuk mendapatkan sesuap nasi saja mereka harus bekerja keras, mulai dari cari uangnya, membeli bahannya, memasaknya, menghidangkannya, baru kemudian menyantapnya yang merupakan kenikmatan fisik yang sedikit. Belum lagi betapa mereka sangat mengalami penderitaan batin dan jauh dari kenikmatannya.Seorang yang hidup dan merasakan kehidupan adalah orang yang meyakini bahwa seluruh hakikat-hakikat ini adalah bersumber dari suatu pencipta (bukan kebetulan), dan surga serta neraka itu meskipun dalam bentuk minimum secara tak tersadari (di bawah sadar)  akan diyakininya, dan kekuatan yang tak tersadari (di bawah sadar) ini akan menjadi hakim atas seluruh potensi kesadarannya dan berpengaruh terhadapnya. Dan paling minimal pengaruhnya adalah memberi motivasi dan spirit hidup serta kemantapan hidup baginya. Dan kita menginginkan salah satu dari hakikat-hakikat ini yang merupakan sesuatu paling substansi dari kedirian kita, termanifestasi dalam prilaku, amal, dan perbuatan kita di dunia ini; sebab dunia ini adalah sawah dan ladang untuk akhirat kita.            

Pertanyaan Awal dan Asas Desember 14, 2007

Posted by makkawaru in Ungkapan-ungkapan Jiwa.
add a comment

Hari-hari saya pikirkan dan seluruh malam saya renungkan

Mengapa saya lalai dari kondisi kedirianku

Bahwasanya saya datang dari mana?

Dan untuk apa kedatanganku di dunia ini?

Serta hendak ke mana nantinya diriku ini?

Dan di mana nantinya akhir persinggahanku?

Setiap orang pasti mempertanyakan tentang kedatangannya di dunia ini, dan bertanya untuk apa dia hadir dan menjalani hidup di dalamnya kemudian akan meninggalkannya. Ini adalah tabiat manusia sebagai makhluk yang punya daya pikir.

Sebab diciptakannya manusia adalah sebuah pertanyaan, dan pertanyaan ini akan dialami (bahkan berkali-kali) disepanjang usia oleh setiap orang hatta orang yang paling tak acuh di muka bumi ini. Tentu dengan adanya bentuk pertanyaan ini pasti ada pula bentuk jawabannya. Dan jawaban yang diberikan oleh setiap orang tidak hanya satu macam, akan tetapi beragam dan bebeda-beda. Sekelompok orang jawabannya datar-datar saja, dan sekelompok lainnya meninjaunya secara dalam. Sekelompok lainnya lagi menguatkan jawaban kelompok yang satu dan kelompok yang berhadapan dengannya menguatkan jawaban kelompok yang satunya pula. Dengan demikian timbullah keragaman jawaban yang saling bertentangan satu sama lain. Bukankah mazhab-mazhab dan ideologi-ideologi yang beragam sekarang ada ini dikarenakan oleh jawaban-jawaban mereka yang berbeda terhadap pertanyaan asasi dan prinsipil ini? Jika jawaban berbeda dan bertentangan, tentu ada yang benar dan ada yang salah. Untuk itu, mari kita berpikir dan merenung kembali jawaban yang telah kita pilih, adakah ia jawaban yang benar atau salah?

Keheningan, Kebeningan November 9, 2007

Posted by makkawaru in Ungkapan-ungkapan Jiwa.
add a comment

Waktu sahar, waktu dimana mata-mata terpejam, waktu dimana setan-setan memasangkan rantai dan tali-talinya pada leher,tangan, dan kaki anak cucu Adam, waktu dimana pecinta dunia terlelap dalam selimut dan kasur empuknya. Namun, waktu ini waktu hening, waktu yang tidak dikacaukan oleh bisingnya suara-suara godaan dunia dan pernik-perniknya, waktu hening…waktu bening, waktu sebaik-baik ’ntuk munajat pada Tuhan, waktu tepat ‘ntuk bersimpuh pada-Nya, waktu istigfar tujuh puluh kali, waktu mohon ampunan dan tobat dari seluruh khilaf, dosa, dan kesalahan, waktu dzikir, dan waktu shalat lail, waktu dimana Tuhan lebih kasih dan sayang pada hamba-hambaNya yang hadir mengetuk pintu-pintu berkah dan karunia-Nya. Wahai aku dan saudara-saudaraku, mari mengetuk pintu magfirah Tuhan di waktu hening dan bening ini ‘ntuk meraih keheningan dan kebeningan. 

Sapaanku November 1, 2007

Posted by makkawaru in Ungkapan-ungkapan Jiwa.
add a comment

Salam yang punya nama di Arsy Ilahi, salam yang punya wewenang menyambut tangan-tangan lemah mujud-maujud faqir, salam yang tak pernah henti-henti mengalirkan rahmat Tuhannya, salam yang Tuhan berikan padanya percikan kemuliaan dan keagungan, salam yang padanya tak punya noda dan noktah, salam yang dirinya ditunggu-tunggu kehadirannya, salam yang diimpikan kedatangannya kaum tertindas, salam yang perkataannya adalah manifestasi firman Tuhan dan sabda Nabi, salam yang kebijakannya adalah mizan baik dan buruk, salam yang tindakannya adalah keadilan tak tercampuri kebatilan, salam…salam…salam padamu.