jump to navigation

Kedatangan dan Hidayah Para Nabi As September 3, 2008

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

Tidak diragukan bahwa kedatangan para nabi As memiliki urgensi khusus dalam perjalanan sejarah kehidupan umat manusia. Mereka datang sebagai utusan Tuhan dan mengemban tugas dari-Nya untuk memberi hidayah kepada manusia. Hal ini ditegaskan oleh akal dan juga deklarasi-deklarasi yang dilakukan oleh para nabi As itu sendiri. Tuhan sebagai wajib al-wujud, dari berbagai sisi dan dimensi adalah wajib; maksudnya adalah bahwa secara niscaya memiliki seluruh dimensi kesempurnaan dan kesucian dari setiap kekurangan. Salah satu dari kesempurnaan-kesempurnaan Tuhan adalah fayyâdziyyah (plural dari faizh yang bermakna emanasi); artinya Dia Swt memberikan setiap kadar yang berhak dimiliki oleh setiap wujud secara maksimum dan optimal tanpa sedikitpun kekurangan dan menyampaikannya kepada tempat dan kedudukan yang menjadi tujuannya.  (lagi…)

Tauhid Januari 3, 2008

Posted by makkawaru in Religi.
1 comment so far

                                

Manusia secara akal teoritis memahami hakikat maujud-maujud sebagai suatu hakikat yang berpijak pada landasan penciptaan. Yakni maujud-maujud beserta fenomena-fenomena yang ada bersumber dari suatu mabda yang wujudnya adalah wajib dan daruri. Wujud yang  berdiri sendiri, dzatnya adalah kaya  tanpa dicampuri kekurangan sedikitpun (murni kaya), dan saluruh maujud-maujud selainnya adalah faqir dihadapannya, bahkan eksistensi mereka semua adalah faqir itu sendiri.  Wujud yang maha kaya dan maha sempurna tersebut dalam istilah theologi dan filsafat disebut wajibul-wujud, dan dalam istilah syari’ah islam dikenal dengan nama Allah Swt. (lagi…)

Jalan Mengenal Kenabian Desember 14, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

 

         Cara dan jalan mengenal nabi serta kebenaran seruannya, diantaranya: syuhud irfani, argumen rasional, dalil nakli, penampakan mukjizat, dan bukti-bukti serta karinah-karinah atas kebenaran kenabian. Sekarang kami akan menguraikan cara dan jalan tersebut serta mengisyaratkan tingkat dan derajat validitasnya.

Syuhud Irfani

            Syuhud irfani memiliki derajat dan tingkatan, dimana tingkatan dan derajat yang paling tingginya sangat terbatas dan bahkan tidak mungkin tercapai kecuali hanya manusia pilihan saja; sebab derajat ini menuntut pribadi yang apa saja para nabi saksikan dan dengarkan, dia juga saksikan dan dengarkan. Yakni ia mendapatkan syuhud dan mukasyafah terhadap perkara nubuwah dalam bentuk ilmu huduri, karena itu ia tidak lagi butuh terhadap perkara ini dalam bentuk perolehan-perolehan rasional. Sebagaimana yang dicapai oleh imam Ali As yang ditegaskan dalam sabda Nabi Saw tentangnya: “Sesungguhnya engkau dengar apa yang aku dengarkan dan engkau lihat apa yang aku saksikan, kecuali engkau bukan  nabi, tapi engakau adalah wazir dan engkau niscaya atas kebaikan”.[1]

            Tingkatan pertengahan syuhud irfani, seseorang menyaksikan teks nubuwah nabi, dimana sipenyaksi yang berada pada kondisi ini, tidak mempunyai secuilpun keraguan terhadap kenabian dan seruan nabi. Adapun tingkatan rendah syuhud, bahwasanya seorang ârif mutasyarri’ dikarenakan mengalami syuhud  berulang-ulang terhadap makrifat-makrifat Ilahiah maka ia mendapatkan juga sejenis syuhud para nabi dalam bentuk yang lemah, yang mana seseorang dalam keadaan ini akan memperoleh tumakninah terhadap kebenaran dakwah nabi; kendatipun untuk sempurnanya ia butuh kepada penjelasan rasional. (lagi…)

Tauhid Dalam Penetapan Hukum Dan Kekuasaan Serta Tauhid Dalam Uluhiyyah Desember 7, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

 

 

Tauhid Dalam Penetapan Hukum dan Kekuasaan

            Salah satu  yang merupakan bagian dari tauhid perbuatan, adalah tauhid dalam penetapan hukum dan kekuasaan. Dari satu sisi, bagian tauhid ini dapat dihitung sebagai cabang dari tauhid rububiah.[1]

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia untuk mengatur hubungannya dengan yang lain, butuh pada aturan-aturan dan undang-undang khusus. Sementara penetapan undang-undang harus selaras dan singkron dengan kondisi yang menetapkan undang-undang.

Tauhid dalam penetapan undang-undang, yakni keyakinan terhadap satu-satunya yang layak menetapkan undang-undang hanyalah Tuhan yang Maha Esa, dan seorangpun tidak ada yang boleh menetapkan aturan-aturan dalam bentuk mandiri dan berada dalam kesejajaran penetapan hukum Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia. Oleh karena itu, penetapan hukum dan pembuatan aturan-aturan serta taklif, pertama dan secara dzat merupakan maqam Tuhan, sementara penetapan undang-undang rujukan lainnya hanya dalam bentuk yang benar jika tidak berada dalam kesejajaran aturan-aturan dan undang-undang Tuhan serta tidak menyalahinya. Di sisi lain, kekuasaan juga yang bermakna berkuasa atas jiwa dan harta manusia serta mengatur perkara-perkara masyarakat, merupakan maqam Tuhan dan satu-satunya penguasa mandiri dan hakiki adalah Dia, adapun kekuasaan yang lain hanya bisa mendapatkan kebenaran  jika dalam bayangan izin Tuhan. (lagi…)

Tauhid Af’al (Perbuatan) (2) November 30, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

Pendahuluan

            Dalam pembahasan sebelumnya sudah jelas bahwasanya Tuhan, sebagaimana adalah tunggal, dalam perbuatan-Nya juga adalah tunggal serta tidak mempunyai sekutu dan rekanan. Perbuatan-perbuatan Tuhan dapat dikelompok-kelompokkan di bawah penggolongan secara universal, seperti “Maha Pencipta”, “Maha Memberi Rezki”, “Maha Memberi Hidayah” dan…. Dalam natijahnya, tauhid perbuatan juga saling berhubungan dengan  bagian-bagian universal perbuatan-perbuatan Tuhan, dimana terbagi kepada cabang-cabang yang beragam       seperti “Tauhid dalam kepenciptaan”, “Tauhid dalam pemberian rezki”, “Tauhid dalam pemberian hidayah” dan…. Kendatipun setiap dari cabang-cabang tauhid perbuatan dapat dibahas dan diobservasi secara terpisah, akan tetapi sebagian dari bagian-bagian ini mendapatkan prioritas  yang lebih khusus dan mendapatkan perhatian secara spesifik dalam ayat-ayat dan riwayat-riwayat serta juga dalam sumber-sumber teologi kita. Kami dalam bahasan ini akan meninjau secara singkat bagian yang paling penting dari cabang-cabang tauhid perbuatan. (lagi…)

Tauhid Af’al (Perbuatan) (1) November 26, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

Mukaddimah

Dalam pandangan para filosof dan teolog muslim, Tuhan, di samping mempunyai sifat-sifat kesempurnaan, juga Dia adalah sumber terjadinya perbuatan-perbuatan. Berdasarkan ini, penciptaan, pemberian rezki, pengaturan perkara-perkara makhluk, pengampunan dan sebagainya termasuk kategori perbuatan-perbuatan Tuhan.[1] Dari sisi lain, alam eksistensi merupakan wadah terjadinya perbuatan-perbuatan dan manifestasi efek-efek yang sangat bermacam-macam yang sumbernya dalam tinjauan pertama, adalah makhluk-makhluk Tuhan. Dan ini dimulai dari shurah-shurah (forms) sederhana eksistensi, seperti materi-materi dan unsur-unsur pertama sampai shurah-shurah yang lebih rumit dari itu, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan dan manusia, yang masing-masing merupakan mabda dan sumber terealisasinya perbuatan-perbuatan dan manifestasi efek-efek khusus. (lagi…)

KOMPARASI ANTARA BURHAN SHIDDIQIEN DAN BURHAN ONTOLOGI November 23, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

   Pengetahuan dan pengenalan terhadap sumber eksistensi senantiasa menjadi   substansi problematika umat manusia disepanjang sejarah. Pada sisi lain, pengetahuan tentang eksistensi Tuhan serta hubungan-Nya dengan manusia dan alam, merupakan inti perbedaan agama-agama. Fungsi pengetahuan tentang penegasan eksistensi Tuhan ini, merupakan hal yang sangat prinsip dalam sejarah pemikiran manusia. Oleh sebab itu, manusia berupaya mengkonstruksi dan menyempurnakan pengetahuannya tentang keberadan wujud-Nya secara universal, dan berusaha mengupayakan argumen yang berfungsi menguatkan kepercayaan dan keyakinan pada wujud Tuhan serta menghilangkan keraguan dan skeptis terhadap-Nya.

Argumen tentang pembuktian eksistensi Tuhan yang tergolong penting dalam semua pemikiran keagamaan dan pemikiran filosofis diantaranya:

-         Argumen fitrah;

-         Argumen gerak;

-         Argumen keteraturan alam;

-         Argumen wujub dan imkan;

-         Argumen ontology; dan

-         Burhan shiddiqin.

Argumen-argumen seperti fitrah, gerak, keteraturan alam, serta wujub dan imkan, semuanya menjadikan wujud kontingen (makhluk) sebagai perantara dalam pembuktikan eksistensi Tuhan. Tetapi dua argumen terakhir, yaitu argumen ontology dan burhan shiddiqin, tidak membutuhkan wujud kontingen dalam penegasan eksistensi Tuhan. Oleh sebab itu, kedua argumen terakhir tersebut merupakan argumen sempurna dan lebih kuat dibanding argumen-argumen lainnya. (lagi…)

MENGAPA KITA MEMERLUKAN NABI? November 18, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

Untuk membuktikan kemestian nubuwwah, dapat dilakukan dengan dua pendekatan argumen; pertama dengan pendekatan argumentasi rasional (aqli) dan kedua dengan pendekatan argumentasi referensial (naqli). Sebelum dipaparkan pembuktian dan argumentasinya, kami memandang urgen mengutarakan poin berikut ini: Bahwa unsur inti dari kenabian terbangun atas dua hal;

a) Aturan dan undang-undang dari Tuhan, yakni wahyu;

b) Pembawa aturan atau wahyu, yakni nabi.

Oleh karena itu, sebagian dari argumen rasional, tinjauannya mengarah pada kemestian wahyu, dan sebagiannya mengarah kepada kemestian kenabian. Akan tetapi tentu saja dengan jalan membuktikan salah satu di antara keduanya maka sudah meniscakan ketetapan yang lainnya. (lagi…)

Akal dalam Cahaya Wahyu dan Hadis Maksumin AS November 15, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
1 comment so far

Kitab Al-Quran adalah suatu kitab suci yang sangat memberi penekanan dan kontribusi besar bagi akal dalam berbagai lapangan pengetahuan dan kehidupan.

Dalam agama islam menerima keyakinan agama harus lewat pemikiran dan perenungan akal, dan Al-Qur’an dalam hal ini senantiasa mengajak untuk berpikir, bertadabbur, dan menjauhi taqlid buta dalam berbagai masalah akidah dan keyakinan, serta memandang sangat buruk orang-orang yang tidak menggunakan akalnya (Q.S : Yunus :100).

Akal juga dalam riwayat merupakan maujud yang paling dicintai Tuhan dan menjadi parameter untuk pahala dan dosa anak-anak Adam, serta merupakan hujjah bathin bagi manusia. Abu Abdillah As berkata: “Ketika Tuhan menciptakan akal, Tuhan berkata padanya: menghadaplah, maka akal menghadap, kemudian berkata padanya: membelakanglah, maka akal membelakang, kemudian Tuhan berkata: “Demi kemuliaanku dan keagunganku, tidak aku ciptakan makhluk yang lebih aku cintai darimu, denganmu Aku mengambil, denganmu Aku memberi, dan denganmu Aku mengumpulkan (membangkitkan) (Bihâr al-Anwâr Juz 1\96) (lagi…)

ESENSI WAHYU DALAM ISLAM November 12, 2007

Posted by makkawaru in Religi.
add a comment

Wahyu Dalam Bahasa

Para peneliti kosa kata berkeyakinan bahwa wahyu adalah suatu kaidah untuk penyampaian ilmu, makrifat, dan lainnya. Kekhususan dan spesifikasi dari wahyu di antaranya adalah: isyarat cepat terhadap penulisan dan risalah, pemberitahuan terhadap misteri dan simbol, terkadang dalam bentuk tak berkomposisi, isyarat terhadap sebagian anggota-anggota badan, dan terkadang dalam artian ilham dan ungkapan rahasia serta tersembunyi. Oleh karena itu, rahasia, cepat, dan misteri merupakan pilar-pilar asli dari wahyu.[1] (lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.