jump to navigation

SEKELUMIT TENTANG KEJAMAKAN AGAMA-AGAMA Februari 22, 2008

Posted by makkawaru in Wacana.
add a comment

Mukadimah

            Jika kita kaji kehidupan materi, maknawi, individu, dan sosial manusia maka kita akan menyaksikan betapa peran agama dalam dimensi-dimensi ini sangatlah signifikan. Karena itu para pakar dan ahli satiap dari disiplin ilmu-ilmu humaniora tidak dapat mengabaikan begitu saja pengaruh dan sumbangsih agama terhadap kehidupan manusia.

            Dalam kajian psikologi dan ilmu kejiwaan, dianalisa dampak dan pengaruh serta aplikasi agama dalam membentuk jiwa manusia dan pengaruhnya atas pembentukan kepribadian serta karakter manusia. Juga dalam disiplin ini ditinjau efek daripada pengamalan agama, manasik, dan iman serta keyakinan agama dalam kehidupan internal individu. (lagi…)

NIKAHKANLAH PUTRI ANDA ATAS RIDHANYA SENDIRI Februari 22, 2008

Posted by makkawaru in Akhlak dan Tarbiyah.
add a comment

 

Terkadang manusia lalai dan hanya memandang dirinya adalah yang paling baik dan teratas. Dipandangannya tak seorangpun berharga dan bernilai, semuanya rendah dan tercela dan hanya dirinya yang mulia serta pemilik mutlak dalam memilihkan pasangan hidup orang lain, dia yang membicarakan dan memutuskan, seolah-olah orang lain tersebut tidak memiliki kemampuan dalam menentukan nasibnya. Namun, setelah itu problema dan masalah yang muncul dikemudian hari dibebankan kepada mereka (pasangan suami dan istri).   

Demikian tercelanya sifat ini, sebab sifat seperti ini tidak lain adalah sifat seorang yang takabbur dan sifat takabbur merupakan sifat manusia yang paling dibenci di antara sifat-sifat buruk manusia lainnya.[1] Dan orang seperti ini (yang memiliki sifat takabbur) akan menempati paling buruknya dan paling rendahnya tempat, yakni jahannam.[2]  Seorang pernah  bertanya kepada hadhrat rasulullah Saww: Siapakah orang yang tergolong takabbur?  Beliau berkata: Orang takabbur adalah orang yang bermasa bodoh terhadap hak, dan memandang rendah, hina, dan tak berada (berharga) ciptaan Tuhan.[3]

Dan anda bisa menyaksikan warna gelap dan bau busuk bangkai takabbur dalam wajah dan lidah pahit dari seorang ayah berikut ini:

Surat 1:

…Saya berharap anda (tuan sayyid) adalah ayah saya dan saya juga berharap bahwa saya adalah anak anda sendiri, maafkanlah saya yang telah menulis surat sedemikian rupa untuk anda…….

Saya dibesarkan disebuah rumah yang megah dan mewah dan dengan lahiriahnya beragama, ayahku rajin shalat berjamaah di mesjid, akan tetapi tidak memiliki pengetahuan agama dengan benar, dia membanggakan dirinya dengan kekayaan dan keberadaannya, dia juga sangat kasar dan menekan, penuh bicara dan egois, sehingga seharga apapun dia (tak perduli korbankan) demi memenuhi keinginan bicara serta menunjukkan kekuasaannya. Semuanya dipandang bodoh dan tidak tahu dan hanya dirinya yang berakal, berpengalaman, dan pemilik segala sesuatu… saya dan anak-anaknya yang lain serta ibuku yang malang dirumah ini semuanya menderita dengan kelakuannya. Hanya Tuhan yang tahu dan… akan tetapi yang ingin saya katakan adalah demikian ini…

Jawaban:

Kesewenang-wenangan adalah menunjukkan sifat takabbur, apatah lagi hanya dengan perkataan, egois,  tidak memperhatikan dan tidak berpikir tentang orang lain, maka orang tersebut akan jatuh kepada kehancuran,[4] tergelincir dari jalan yang benar dan akan mengalami kebinasaan,[5] semoga Tuhan tidak….

Ayah seperti ini haruslah dinasehati bahwa apakah karena dia seorang ayah maka untuk bernafas saja anak-anaknya harus meminta izin darinya dan dalam segala hal, masalah benar atau tidaknya sesuatu terserah pendapatnya. Adalah benar bahwa anak perempuan dalam memilih calon suaminya harus dengan persetujuan dan kesepakatan ayahnya, akan tetapi ayah juga harus memandang keridaan putrinya dan menghindar dari segala bentuk pemaksaan, sebab jika seorang putri tidak ridha dan masih juga belum menyatakan keridhaannya maka akad nikah akan batal.

Surat 2:

Beberapa waktu yang lalu sebuah keluarga yang sangat beradab dan mukmin datang untuk melamar saya, sesuai dengan kriteria yang saya inginkan, kali ini saya dengan desakan, permohonan dan tangisan, barulah pada akhirnya ayah saya menyetujuinya. Akan tetapi ayah saya menetapkan berbagai persyaratan diantaranya; membeli sebuah rumah di kota…, mahar yang berat…., menyediakan cincin, pakaian dan perhiasan… yang membuat mereka menyesal dan pergi… Apakah anda (tuan sayyid) dapat membantu dan menyelamatkan saya? Apakah anda bisa datang ke rumah kami duduk dan berbicara dengan ayah saya?

Jawaban:

Seandainya saya bisa datang ke rumah anda duduk dan berbicara serta berdialog dengan ayah anda, maka saya akan katakan bahwa pergi ke mesjid dan menampakkan diri sebagai orang yang beragama adalah tidak cukup, seharusnya anda membersihkan hati dari kegelapan-kegelapan dan kebodohan diri anda sendiri serta terangilah hati dan jiwa anda dengan cahaya nurani dari sunnah-sunnah rasul Saww.

Saya harap kerabat-kerabat anda berfikir dengan membaca tulisan ini dan berdialog dengan ayah anda dan menyelamatkan dia dari kegelapan dan prasangka batil. Dalam hal bentuk pemaksaan (untuk menikahkan putrinya pada orang yang tidak diridainya) dan keras kepala seorang ayah, maka anda dapat meminta bantuan dari pengadilan negeri yang khusus menangani masalah-masalah seperti ini. Senantiasalah anda mengharap kasih sayang-NYA. Sekali lagi bicaralah dengan ayah anda.

Catatan:

Adalah tanggung jawab manusia dalam Islam dalam menyelesaikan dan memudahkan pekerjaan atau masalah masyarakat, anda juga dapat membantu menunjukkan jalan benar bagi para pemuda untuk menikah  dengan petunjuk-petunjuk anda sendiri, dan menyelamatkan dia dari segala kekhawatiran.